Minggu, 13 November 2022

Sambut Sumpah Pemuda, Kapolri Bakal Kunjung UIN Walisongo Semarang


Memperingati Sumpah Pemuda, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo bakal memberikan materi kuliah umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Sabtu (29/10/2022) besok. Dalam kegiatan itu rencananya bakal ada pembacaan teks Sumpah Pemuda dan deklarasi Muda Kawal NKRI. Penanggungjawab acara, Mahbub Zaki mengatakan, dalam kegiatan Kapolri dan Mahasiswa UIN Walisongo serta para Ketua Umum Organisasi Kepemudaan Se-Jawa Tengah itu akan mendeklarasikan gerakan anak Muda Kawal NKRI. UIN Walisongo “Acara ini adalah upaya untuk membangun silahturahmi antara Kapolri dengan para pemuda yang bertepatan dengan Sumpah Pemuda kemarin," kata Mahbub Zaki dalam keterangan tertulisnya, Jumat (28/10/2022).
Pria yang akrab disapa Gus Boby itu menerangkan, acara tersebut merupakan bentuk dukungan para pemuda terhadap kepemimpinan Kapolri agar senantiasa dapat menyelesaikan berbagai persoalan yang mengancam keharmonisan dan keberagaman serta upaya-upaya lain yang mengancam integrasi bangsa. "Direncanakan acara ini akan dipenuhi para pemuda dari berbagai elemen untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut," kata Gus Boby. Rektor UIN Walisongo Prof Dr Imam Taufiq mengatakan, kegiatan deklarasi Muda Kawal NKRI merupakan bentuk apresiasi civitas akademik dan para pemuda kepada pemerintah dan Polri dalam menjalankan tugas. Baca juga: Inovasi Keren, Mahasiswa UIN Walisongo Rancang Alat Penentu Arah Kiblat Robotik Selain itu membangun jiwa kebangsaan anak muda yang rentan terbelah akibat fragmentasi politik kepentingan. "Juga untuk mendukung penuh Presiden Republik Indonesia dan Kapolri dalam memperkuat wawasan kebangsaan untuk menjadi bekal generasi muda dalam menjaga NKRI sekaligus menghadapi ancaman krisis global," ujar Rektor. UIN Walisongo sebagai lokasi kegiatan memiliki peranan penting dalam pergerakan khazanah Islam Nusantara. Selain itu UIN Walisongo terlibat dalam pergulatan meneruskan tradisi dan cita-cita Islam inklusif ala Walisongo. Sembari melakukan inovasi, UIN Walisongo secara signifikan berdaya guna untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan secara nyata berkhidmat untuk membangun peradaban manusia. UIN Walisongo juga menjadi simbol dan spirit bagi dinamika sejarah perguruan tinggi Agama Islam terbesar di Jawa Tengah. "Keterlibatan UIN Walisongo sangat tampak dalam berkhidmat mencerdaskan generasi penerus bangsa dan mewujudkan Islam rahmatan lil alamin (rahmat bagi seluruh alam). Semangat inilah yang ingin kita perlihatkan, menunjukkan kepada publik bahwa Polri dan pemuda dapat berkolaborasi menyelesaikan persoalan kebangsaan saat ini," jelasnya. Selain Semarang, Kapolri diagendakan berkunjung ke sejumlah Pondok Pesantren di Rembang pada Minggu, (30/10/2022). Langkah itu sebagai bentuk semangat Polri untuk memperkuat silaturahmi dengan ulama dan bersama-sama merawat NKRI karena ulama dan Polri merupakan aset bangsa. Terlebih, ulama memiliki peran besar dalam perjuangan republik ini.

Sumber : Sindonews.com

Gerhana Bulan Total, UIN Walisongo Adakan Pengamatan di Planetarium dan Observatorium

Pada 8 November 2022 akan terjadi fenomena astronomi Gerhana Bulan Total. Fenomena Gerhana Bulan adalah suatu posisi di mana saat matahari, bumi dan bulan berada pada satu garis lurus dan orbit bulan berada tepat dibayang-bayang bumi. Salah satu amalan sunnah apabila terjadi gerhana adalah dengan melakukan sholat gerhana atau shalat khusuf.
Home Kampus Sekolah Beasiswa Indeks Home Kampus Gerhana Bulan Total, UIN Walisongo Adakan Pengamatan di Planetarium dan Observatorium Abdul Hakim Selasa, 08 November 2022 - 13:23 WIB Tim planetarium UIN Walisongo akan mengadakan acara Spesial show Gerhana dan pengamatan gerhana bulan total di Gedung Planetarium dan Observatorium. Foto/Ist A A A  Fenomena Gerhana Bulan adalah suatu posisi di mana saat matahari, bumi dan bulan berada pada satu garis lurus dan orbit bulan berada tepat dibayang-bayang bumi. Salah satu amalan sunnah apabila terjadi gerhana adalah dengan melakukan sholat gerhana atau shalat khusuf. 
Dalam menyambut fenomena Gerhana Bulan Tim planetarium UIN Walisongo akan mengadakan acara Spesial show Gerhana dan pengamatan gerhana bulan total di Gedung Planetarium dan Observatorium. Acara ini dibuka untuk umum dan tersedia kuota terbatas hanya 190 seat. Acara dimulai pada pukul 15.00 dengan show (simulasi gerhana). Baca juga: Kemenag Salurkan Rp37 Miliar Bantuan RKB untuk 341 Madrasah Swasta Berikut ini susunan lengkap acara Spesial show Gerhana 15.00 WIB : Show 
16.30 WIB : Diskusi 
17.00 WIB : Pemaparan film 
17.45 WIB : Observasi 
19.20 WIB : Sholat Gerhana. Kepala Planetarium dan observatorium UIN Walisongo, Ahmad Syifaul Anam mengatakan, perlunya pengamatan gerhana ini untuk memastikan dan memvalidasi perhitungan hisab yang sudah dilaksanakan, sehingga benar-benar akurat. "Selain pengamatan dan edukasi terkait gerhana bulan, para peserta akan diajak untuk bersama sama melakukan sholat gerhana berjamaah,” kata Ahmad Syifaul dalam keterangan pers, Selasa (8/11/2022). Silahkan warga Semarang yang ingin mengikuti acara ini dapat mendaftarkan dirinya pada https://bit.ly/eclipse-wali9 Harga tiket masuk(HTM) 30 ribu. Bagi mahasiswa,dosen dan tenaga kerja UIN walisongo mendapatkan diskon 50% per tiket. Planetarium UIN Walisongo merupakan terbesar ketiga di dunia dan terbesar se-Asia Tenggara. Planetarium UIN Walisongo juga menjadi salah satu lokasi untuk rukyatul hilal di Wilayah Jawa Tengah. Dilengkapi dengan fasilitas yang memadai, planetarium juga menjadi salah satu destinasi wisata Religi melalui eduwisatanya untuk melihat dan belajar tentang berbagai fenomena luar angkasa. Terdapat 3 teropong di planteraium yaitu teropong besar untuk melihat objek ke dalaman langit, teropong matahari dan teropong hilal.

Sumber : SindoNews.com

Benchmarking Laboratorium dan Jurnal dengan FISIP UIN Walisongo

Pada hari Senin, 23 Mei 2022 tim FISIP UINSA yang diketuai oleh Bapak Ilyas Rolis, M.S.i. melakukan kunjungan dalam rangka studi banding Laboratorium dan Jurnal ke FISIP UIN Walisongo, Semarang. Kepala Laboratorium FISIP UINSA, Bapak Ilyas Rolis, M.S.i. menjelaskan bahwa jurnal FISIP UINSA belum terakreditasi. Sedangkan Laboratorium FISIP UINSA membawahi Pusat Kajian Indonesia-Tiongkok (Puskit), Pusat Kajian Politik dan Pedesaan (PKPD), serta Pusat Kajian Islam dan Diplomasi (Puskid) yang sudah menjalin kerjasama dengan Konsulat Jenderal Tiongkok dan pemerintah daerah.

Wakil Dekan I FISIP UIN Walisongo, Dr. Afwan Fanani, M.Ag. menjelaskan bahwa Laboratorium adalah ijtihad masing-masing Fakultas, sehingga setiap unit pengelola program studi berinovasi menyelenggarakan program-program laboratorium. Di FISIP UIN Walisongo, Laboratorium mewadahi kerjasama merdeka belajar, kampus merdeka (MBKM), microteaching, dan praktikum. Kegiatan praktikum mahasiswa tersebut kemudian diajukan ke LPM oleh laboratorium sebagai kegiatan PPL, KKL dan KKN. Ada mahasiswa yang magang di perpustakaan nasional dan juga menjadi panitia pemilihan umum. Laboratorium FISIP UIN Walisongo didirikan pada tahun 2019 dengan fungsi membawahi semua praktikum PPL, KKL, KKN, dan Perpustakaan. Ada dua macam Laboratorium di FISIP UIN Walisongo, yaitu Lab Indoor yang melayani penguatan dan pelatihan Survei layanan akademik FISIP, serta Penguatan Literasi melalui kompilasi hasil dan laporan kegiatan Praktek Mata Kuliah (PPL & KKL). Selain itu, juga ada Lab Outdoor, diantaranya menjalin MoU dengan Tambak Lorok yang mewadahi masyarakat pesisir; Ponpes Al Islah Mangkang yang mewadahi masyarakat Muslim perkotaan; dan Gambilangu Ceria yang mewadahi anak-anak yatim sejak 2019 dengan memberdayakan wisata kuliner. Riset lapangan dari Lab Outdoor sudah menghasilkan karya tulis, diantaranya skripsi, riset dosen dan mahasiswa dengan output jurnal, dengan penelitian yang membawa manfaaat bagi masyarakat.
Dekan FISIP UIN Walisongo, Dr. Misbah Zulfa Elizabeth, M.Hum. menjelaskan bahwa FISIP UIN Walisongo didirikan pada tahun 2015, dengan program studi pertama, Sosiologi yang semula berdada dalam Fakultas Dakwah, dan program studi Ilmu Politik dari Fakultas Syariah dan Hukum. Pada tahun 2017, FISIP UIN Walisongo memulai jurnal, dengan Dekan sebagai editor in chief. Pada terbitan ketiga, Jurnal Sosiologi Walisongo (JSW) sudah mendapatkan akreditasi SINTA-3, dan SINTA-2 pada terbitan kelima. Sehingga, JSW Banyak menolak artikel, dan hanya menerima 40% artikel yang dikirim oleh penulis. Pada terbitan keenam, JSW sudah berbahasa Inggris dengan orientasi akreditasi Scopus. Karena itu, penulis di JSW perlu menggandeng co-author dari luar negeri. Tantangan yang dihadapi dalam mengelola jurnal diantaranya mengatur layout dan menerbitkan jurnal tepat pada jadwal penerbitan.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi, yang membahas langkah-langkah dalam mengajukan akreditasi Jurnal. Dekan FISIP UIN Walisongo menjelaskan bahwa dalam pengelolaan jurnal, sangat penting memiliki jaringan (networking) dan relasi untuk mencari artikel potensial untuk diterbitkan di jurnal, misalnya dengan menghubungi teman-teman S2 dan S3 di berbagai universitas di dalam maupun luar negeri. Penting juga bagi penulis untuk memperhatikan gaya selingkung setiap jurnal, misalnya format JSW tidak menekankan metode dan literature review, tetapi lebih fokus ke data dan hasil penelitian. Sebelum mengajukan akreditasi, hendaknya pengelola jurnal melakukan simulasi terlebih dahulu. 

Sumber : Uinsby

Dosen UIN Walisongo Antusias Berlatih Menulis Artikel Ilmiah Populer Dipandu PWI Jateng

Sebanyak 27 dosen antusias mengikuti Pelatihan Penulis Artikel Ilmiah Populer yang diadakan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo Semarang bersama PWI Provinsi Jawa Tengah pada Selasa 29 Maret 2022.

Pelatihan dimulai pukul 08.00 hingga 16.00 di Gedung SDB Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo Semarang.

Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah Amir Machmud NS mengatakan saat ini telah terjadi pergeseran praktik jurnalistik dari teks ke audio visual.
Hal ini melahirkankesulitan dalam beradaptasi. Sebab eksotika teks yang selama ini ada dalam konsep utuh jurnalisme yang menggambarkan imajinasi dan keindahan narasi dipatahkan dengan informasi secara visual.

Visual ini bisa berupa video atau penyampaian pesan secara simbolik yang ditekankan pada teks instan dan infografik yang filosofinya memperpendek daya tangkap melalui hal-hal yang mudah dicerna.
Amir Machmud yang memberikan sambutan sekaligus keynote speaker menuturkan, standar teks juga telah dihancurkan oleh kebutuhan viralitas media.

hasilkan keindahan teks itu sekarang sulit untuk dinikmati.
“Ketika banyak media yang lebih mengutamakan merayu, viral serta provokatif, ini sebuah pemaksaan,” ujarnya.
Pihaknya mengakui algoritma adalah jurus atau kiat. Tetapi nilai-nilai jurnalistik yang diusung adalah sebuah kemunduran.

“Pelatihan ini ingin saya jadikan ruang untuk mengajak kembali memercayai pers. Kita tidak ingin membayangkan tulisan ilmiah mengajarkan viralitas, berganti ke arah teks yang simbolik. Tentu tidak mungkin seperti itu. Saya menyadari eksotika teks akan ketemu jalan lain dalam bermedia. Untuk itu mari bergembira menulis dan serius untuk back to text,” terangnya.
Menurutnya, tulisan harus akuntabel, artinya yang bisa dipertanggungjawabkan dan dipercayaya. 
Dalam hal ini setiap tulisan harus melewati verifikasi yang ketat.

“Kalau kita menulis ilmiah jurnal, video dan visual itu tidak mungkin. Itu hanya pengayaan tabulasi yang melengkapi teks dalam karya ilmiah popular, karena ada kaidah selingkung dalam penulisan ilmiah. Ambilah spesialisasi atau kekhususan-kekhususan yang Bapak-Ibu kuat di situ untuk menulis,” lanjutnya. 
Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo Semarang, Dr Arja Imroni dalam sambutannya mengatakan kenapa Islam berkembang, karena para ulama dulu itu menulis bukan membuat video.

“Seandainya budaya menulis tergerus pragmatisme viralitas karena terdorong google adsence, maka tidak bisa membuat tradisi ilmu dengan baik. Pesan video dan gambar memang mudah ditangkap tapi itu untuk masyarakat yang berbudaya rendah,” katanya.

Ia menjelaskan di perguruan tinggi seorang dosen bisa kepangkatannya naik tergantung seberapa banyak tulisannya, bukan seberapa viralnya.

Sumber : Suara Merdeka

Mengenal Lebih Dalam UIN Walisongo Semarang

Ada yang masih bingung mau masuk perguruan tinggi mana? Tenang. Menentukan universitas dan jurusan yang ingin dituju pada dasarnya memang bukan perkara mudah. Apalagi ini akan berpengaruh terhadap kehidupan kalian nantinya. Perguruan tinggi negeri selalu menjadi favorit, tapi apa kalian pernah mempertimbangkan untuk masuk universitas Islam negeri? Nah, di artikel kali ini, kita akan membahas salah satunya, yaitu UIN Walisongo.

Universitas Islam Negeri Walisongo atau UIN Walisongo merupakan perguruan tinggi negeri yang berlokasi di Semarang, Jawa Tengah. Mulanya, universitas ini bernama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo dan baru diubah menjadi UIN Walisongo pada 19 Desember 2014 lalu. IAIN Walisongo sendiri telah didirikan sejak 6 April 1970.


Visi dan misi UIN Walisongo di antaranya adalah sebagai berikut.

Visi

Universitas Islam Riset Terdepan Berbasis pada Kesatuan Ilmu Pengetahuan untuk Kemanusiaan dan Peradaban pada Tahun 2038

Misi

1. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran IPTEKS berbasis kesatuan ilmu pengetahuan untuk menghasilkan lulusan profesional dan berakhlak al-karimah;
2. Meningkatkan kualitas penelitian untuk kepentingan Islam, ilmu dan masyarakat;
3. Menyelenggarakan pengabdian yang bermanfaat untuk pengembangan masyarakat;
4. Menggali, mengembangkan dan menerapkan nilai-nilai kearifan lokal;
5. Mengembangkan kerja sama dengan berbagai lembaga dalam skala regional, nasional, dan internasional;
6. Mewujudkan tata pengelolaan kelembagaan profesional berstandar internasional.

Sejak bulan Maret 2019, UIN Walisongo sudah mendapat akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) lho. Tapi dari 8 fakultas dan 39 program studi, ada beberapa yang telah memperoleh akreditasi A, tapi ada pula yang mendapat B atau masih dalam proses. Nah berikut adalah daftar program studi di UIN Walisongo beserta akreditasinya.

Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK)

Bimbingan dan Penyuluhan Islam – A
Komunikasi dan Penyiaran Islam – A
Manajemen Dakwah – A
Pengembangan Masyarakat Islam – B
Manajemen Haji dan Umroh – C
Fakultas Syariah dan Hukum (FSH)

Hukum Keluarga Islam (Ahwal Al-Syakhsiyah) – A
Hukum Pidana Islam (Jinayah Siyasah) – A
Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) – A
Ilmu Falak – A
Ilmu Hukum – B
Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (Fuhum)

Aqidah dan Filsafat Islam – B
Ilmu Alquran dan Tafsir – A
Studi Agama-Agama – A
Tasawuf dan Psikoterapi – B
Ilmu Seni dan Arsitektur Islam – Dalam proses
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK)

Pendidikan Agama Islam – A
Manajemen Pendidikan Islam – A
Pendidikan Bahasa Arab – A
Pendidikan Bahasa Inggris – A
Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah – B
Pendidikan Islam Anak Usia Dini – B
Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek)

Pendidikan Matematika – B
Pendidikan Fisika – A
Pendidikan Biologi – A
Pendidikan Kimia – A
Biologi – C
Fisika – C
Kimia – C
Matematika – C
Teknologi Informasi – Dalam proses
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI)

Ekonomi Islam – B
Perbankan Syariah (D3) – B
Perbankan Syariah (S1) – B
Akuntansi Syariah – B
Manajemen – Dalam proses
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP)

Ilmu Politik – B
Sosiologi – B
Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK)

Psikologi – B
Gizi – B

Sumber : UIN Walisongo (https://Walisongo.ac.id/

Kamis, 29 September 2022

Domain dan Hosting

 Domain dan Hosting

    Definisi hosting menurut Hostinger adalah layanan online yang memungkinkan penggunanya untuk mempublikasikan suatu situs web atau aplikasi web di internet.

Jadi saat kamu mendaftar untuk mencoba layanan hosting, maka pada dasarnya kamu tengah menyewa ruang server fisik yang berguna untuk menyimpan semua data.

Data tersebut sangatlah penting dan dibutuhkan agar website bisa berfungsi dengan baik.

Sementara itu, definisi hosting menurut Techopedia adalah layanan yang menyediakan sumber daya penyimpanan dan komputasi bagi individu atau organisasi untuk akomodasi dan pemeliharaan suatu website.

Dalam perkembangan internet peran hosting sangatlah penting. Tanpa hosting, maka kamu tidak akan dapat membangun suatu situs web yang baik.

Hosting sendiri cukup sering disamakan dengan domain. Padahal, kedua hal tersebut sangatlah berbeda meskipun sama-sama penting untuk website.

Hosting dan domain memang tidak bisa dipisahkan karena keduanya saling berkaitan. Namun, kamu perlu mengetahui perbedaan utama dari hosting dan domain.

Jika hosting adalah layanan yang memungkinkan penggunanya untuk menyimpan data yang berguna untuk website, hal itu berbeda dengan domain.

Pasalnya, domain adalah alamat website yang akan mempermudah kita untuk menemukannya di internet. Contohnya domain antara lain seperti .com, .id, .org, dan masih banyak lainnya.


Nama : Vita Fu'adah

NIM : 2103036002

Prodi : Manajemen Pendidikan Islam

Instansi : Uin Walisongo Semarang

Pesta Halloween