Data dan Informasi Beserta Contohnya
Perbedaan Data dan Informasi:
Pengertian, Jenis, dan Contohnya
Secara umum, pengertian data dapat dipahami sebagai kumpulan fakta yang
memberikan gambaran tentang sebuah keadaan maupun kondisi tertentu. Dalam buku Konsep dan
Turunan Praktis Basis Data yang disusun Abdul Kadir, data umumnya digunakan
seseorang sebagai landasan dalam mengambil sebuah kebijakan ataupun keputusan.
Dari sebuah data, pengguna bisa melakukan analisis,
mendeskripsikan atau menggambarkan sebuah keadaan di berbagai bidang. Karena
itu, data dibutuhkan untuk berbagai kepentingan. Suatu data membantu memaparkan
informasi yang akurat setelah melalui pengolahan lebih lanjut.
Fungsi Data
Tak hanya sebagai unsur yang membantu dalam
menggambarkan sebuah keadaan, data memiliki beberapa fungsi sebagai berikut:
·
Sebagai bahan evaluasi dalam menanggapi sebuah masalah.
·
Sebagai pemecah masalah sekaligus menentukan suatu
kebijakan atau keputusan yang akan diambil.
·
Sebagai acuan dalam setiap implementasi dari suatu
kegiatan atau aktivitas.
·
Sebagai dasar sebuah penelitian maupun perencanaan
dalam sebuah kegiatan.
Jenis-jenis Data
Mengutip dari Buku Ajar
Basis Data oleh Anggun Fergina dan Syahid
Abdullah, penggolongan data dibagi menjadi tiga macam, di antaranya:
Berdasarkan
cara memperolehnya
·
Data primer, merupakan jenis data yang dikumpulkan
atau diperoleh secara lansgung dari objek yang diteliti. Misalnya, data hasil
wawancara dan survei.
·
Data sekunder, yakni data yang diperoleh dari sumber
lain yang telah ada sebelumnya, misalnya, data sensus penduduk.
Berdasarkan sumbernya
·
Data eksternal, yaitu jenis data yang diperoleh dari
luar organisasi maupun tempat penelitian dilakukan. Misalnya, data
kependudukan, data jumlah siswa di sekolah lain, dan lainnya.
·
Data internal, ialah data yang diberikan langsung
oleh sebuah organisasi atau tempat berlangsungnya penelitian itu sendiri.
Contoh, data kepuasan pelanggan dari suatu perusahaan.
Berdasarkan sifatnya
·
Data kuantitatif, merupakan jenis data yang diperoleh
melalui survei. Umumnya, data kuantitatif memuat jawaban berupa angka.
·
Data kualitatif, adalah jenis data yang diperoleh
melalui berbagai metode seperti wawancara, pengisian kuesioner maupun studi
literatur.
Apa Itu Informasi?
Baik individu maupun organisasi memerlukan informasi
untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Itulah sebabnya, informasi
memiliki peranan penting dalam menentukan sebuah pilihan ataupun keputusan dan
mendukung perkembangan sebuah organisasi atau perusahaan.
Menyadur dari buku Sistem Informasi
Manajemen oleh Suryadarma dan Triyani
Budyastuti, informasi dapat dipahami sebagai data yang telah diolah menjadi
bentuk yang lebih berguna bagi penerimanya.
Informasi dapat dikatakan sebagai hasil pengolahan
data yang dapat digunakan untuk berbagai kepentingan, termasuk dalam
pengambilan keputusan.
Menurut Tata Sutabri dalam buku Konsep
Sistem Informasi, secara umum, informasi dapat
dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu:
·
Informasi strategis, yakni jenis informasi yang
digunakan untuk mengambil keputusan jangka panjang.
·
Informasi taktis, yaitu jenis informasi yang
dibutuhkan untuk mengambil keputusan jangka menengah. Misalnya, informasi untuk
penyusunan rencana penjualan dan sebagainya.
·
Informasi teknis, ialah jenis informasi yang
dibutuhkan untuk operasional sehari-hari.
Seiring berkembangnya
kehidupan, informasi memiliki pengertian yang beragam. Umumnya, informasi dapat
berupa hasil analisis, hasil kesimpulan, maupun hasil pengolahan sistem
informasi berbasis komputer yang sifatnya lebih terstruktur.
Siklus Informasi
Seperti yang diketahui bahwa sumber informasi adalah
data. Artinya, sebuah informasi tak dapat muncul begitu saja tanpa ada
pengolahan data. Itulah sebabnya, sebuah informasi memiliki siklus yang disebut
juga sebagai siklus pengolahan data.
Menurut sumber yang sama, data yang diolah untuk
menghasilkan informasi menggunakan model proses tertentu. Setelah melalui
proses tersebut, informasi akan disajikan ke penerima.
Melalui informasi tersebut, penerima akan melakukan
tindakan lain yang memungkinkan sejumlah data kembali. Data tersebut akan
ditangkap kembali sebagai input dan diproses melalui model tertentu serta
melalui tahapan berulang seperti sebelumnya.
Perbedaan Data dan Informasi
Berdasarkan penjelasan singkat di atas, secara tidak
langsung kita dapat memahami pengertian antara data dengan informasi. Lantas, apa
perbedaan data dan informasi?
Dalam buku Konsep
Dasar Manajemen Sistem Informasi oleh Janner Simarmata, dkk., perbedaan data dan
informasi dalam sistem informasi manajemen setidaknya dapat diuraikan sebagai
berikut:
·
Ruang lingkup data cenderung lebih detail dan
bersifat teknis. Sedangkan, informasi lebih merujuk pada proses menghasilkan
penjelasan yang dapat dipakai untuk mengambil keputusan.
·
Berdasarkan pola penerimaannya, data tak selalu bisa
digunakan dan diterima penerima. Sebab, hal itu memerlukan pengolahan panjang.
Sedangkan informasi dapat langsung dipakai sekaligus diterima oleh penerimanya.
Hal ini karena informasi telah melalui proses mengolah data yang diterima dalam
bentuk lebih sederhana dan dapat dimengerti.
·
Berdasarkan fungsinya, data memiliki kategorisasi
atau pengelompokkan dengan bidang tertentu. Inilah mengapa, data memiliki
fungsi yang beragam, bergantung pada jenis bidang yang dijalankan. Sementara
itu, informasi memiliki fungsi yang lebih universal dan dapat diterapkan di
berbagai bidang.
Adapun contoh
perbedaan data dan informasi menurut Budy Purnawanto dalam buku Manajemen
SDM Berbasis Proses, misalnya, data penjualan,
data karyawan, data biaya, dan berbagai jenis data lainnya.
Data tersebut kemudian diolah untuk menghasilkan
informasi rata-rata penjualan per wiraniaga, informasi rasio biaya penjualan
terhadap total penjualan, informasi rata-rata waktu penagihan piutang, dan
berbagai jenis informasi penjualan lainnya.
Nama : Vita Fu'adah
NIM : 2103036002
Prodi : Manajemen Pendidikan Islam
Instansi : Uin Walisongo Semarang